Hati hati untuk beli daging



Walaikumsalaam Wr Wb. Selamat pagi di pagi yang cerah. Hari ini Nuzulul Quran. Dimaknai agar kita semua lebih memaknai, dan menguasai AQ. Karena dengan menguasai AQ, kita dapat menggengam dunia, kata  Ustadz Yusuf Mansur. Karena dengan ‘membaca AQ’ berarti kita berhadapan dengan Yang Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang. Mintalah kepadaNya dengan berdoa dan menyebut Namanya dalan Asmaul Husna. Semoga doa doa  kita semuanya dikabulkanNya. Asmiin ya Robb.

*Ibu - Ibu mulai sekarang kalau memasak apapun coba pakai metode 5- 30- 7 insyaAllah bisa menghemat gas elpiji dan hasilnya sangat memuaskan*

"Kemungkinan Ibu-Ibu belum pernah mencoba pakai metode 5- 30- 7 ini"?.

*Apa Itu Cara Masak Dengan Metode 5- 30- 7"??.*

Metode memasak 5- 30- 7 ini yang lagi viral banget disosmed. 
Di sana banyak Ibu-ibu yang mencoba memasak dengan metode 5- 30- 7, yang di klaim bisa mengirit gas elpiji...???.

*Karena cara masak dengan metode 5- 30- 7 ini, dipercaya dapat membuat daging empuk, walaupun waktu perebusan relatif singkat.*

_Jadi 5- 30- 7 itu merupakan metode memasak dengan cara :
*5 menit perebusan* lalu diamkan *perebusan selama 30 menit* dengan posisi kompor dalam keadaan mati dan panci tertutup rapat.
*Kemudian rebus kembali selama 7 menit._*

Cara ini berlaku untuk semua masakan apa saja..: 
*Daging,
*Kikil,* 
*Krecek,* 
*Babat,* 
*Ceker ayam,* 
*Daging ayam,*
*Kacang hijau,*
*Beras yang dibuat lontong atau ketupat,*
*Kacang,* 
*Beras ketan putih/hitam,* 
*Sagu mutiara,*
*ubi, singkong, jengkol* dan masih banyak yang lainnya..

*_metode memasak 5- 30- 7 ini, dipopulerkan oleh Fah Umi Yasmin._*

*Tujuan penggunaan cara memasak ini adalah, untuk mengirit pemakaian gas elpiji.*

*_Seperti yang kita tahu, untuk merebus daging sampai empuk, dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga berjam-jam, dan itu sama saja dengan membuang-buang gas._*

Nah sekarang pas banget kan Ibu -Ibu baru momen idul Fitri, selamat  mempraktekkan. 

Sumber : doyanresep.com


Daging Babi Bertulis Daging Sapi Beredar Pasar Bandung Saat Ramadhan
islamidia.com / admin94 / 16 jam yang lalu

Pasar-pasar di Bandung digegerkan dengan penjualan daging babi bertuliskan daging sapi saat Ramadan.

Untungnya, Satreskrim Polresta Bandung mengungkap penjualan daging sapi ‘palsu’ tersebut.

Pengungkapan ini, berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa di sekitaran Desa Kiangroke, Banjaran Kabupaten Bandung, terkait adanya aktivitas penjualan daging babi, pada Sabtu (9/5/2020).

Polisi pun lakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.

Dari penyelidikan tersebut, petugas kepolisian mendapati ada dua orang pengepul daging babi yang menjual kepada masyarakat seolah-olah daging sapi. Keduanya ialah Paino (46) warga Banjaran dan Tuyadi (55) warga Sukabumi.

“Kita langsung amankan keduanya, beserta barang bukti 500 kilo daging babi,” kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, saat ungkap kasus di Mapolresta, Senin (11/5/2020).

Polisi pun kembali melakukan pengembangan dari dua pengepul yang sudah diamankan.

Dari pengembangan tersebut, polisi kemabli amankan dua orang lainnya, yakni Andri Sudrajat (39) dan Asep Rahmat (38) yang berperan sebagai pengecer daging babi itu.

Hasil pemeriksaan terhadap pengepul dan pengecer, diketahui Mereka mendapat pasokan daging babi, dari wilayah provinsi Jawa Tengah, Kota Solo. Daging tersebut dibeli dengan harga 45 ribu perkilogram.

“Pengepul menjual ke pengecer 60 ribu perkilogram. Sementara pengecer menjualnya dengan harga 75 sampai 90 ribu per kilogrambya, ke masyarakat. Keemoat sudah kurang lebih tujuh bulan menjual daging babi ini,” kata dia.

Adapun wilayah penyebaran daging babi ini, diduga telah menyebar baik kepada masyarakat atau para penjual bakso.

Wilayah penyebarannya, di Kecamatan Banjaran, Baleedah dan Majalaya.

Barang bukit lainnya yang diamankan 100 kilogram daging babi tambahan dari 500 kilogram hasil sitaan dari pelaku Asep Rahmat, dua freezer, satu timbangan, satu kilogram borax, satu mobil, satu motor, dan 12 besi pancing untuk menggantung daging.

“Kita kenakan kepada yang bersangkutan, dengan pasal 91A Jo pasal 58 ayat 6 UU RI nomor 41 tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan, lalu pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman pidana 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Sumber: suara.com

Harusnya penjual da gung babi dikasih pengawet atau borak   langsung mati. 

Serem beli daging kalau beli hati hati takut daging babi

Ada aja orang memanfaatkan keadaan tau lagi corona. 
[ya sekarang  harus tahu  kiat kiat sabar, ujian kesabaran. 
Untuk sekarang ini semuanya punya kesusahan. 

Namanya orang kesempatan dalam kesempotan
Ya gimana lagi semua serba kesusahan. Yang penting jangan banyak bicara. 

Makana kalau ada yang menjual daging lebih murah dipasaran, harus  hati-hati... Cek dulu kualitas, warna & bau kalau yang suka balanja daging,  pasti hapal ciri-ciri & kualitas daging sapi. Kalau daging sapi beku di pasar swalayan biasana lebih murah dibanding daging sapi di pasar karena tidak segar & import.

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

*Cara Membedakan Daging Babi dan Daging Sapi*

Senin kemaren, 11 Mei 2020, warga masyarakat dikejutkan dengan berita *pelanggaran berat* di Kota Bandung. Oknum pedagang menjual daging babi, namun diakui sebagai daging sapi. 

Ini sangat jahat. Tidak tanggung-tanggung, yang terungkap dipalsukan bukan 6,3 kg, tapi *63 ton* daging. Ini tidak mungkin ini tidak disengaja. Banyak warga Muslim di Kota Bandung dan sekitarnya yang tertipu dan marah...!

Agar tidak tertipu (lagi), maka kita harus belajar. Mengapa? Karena barangkali kita pun pernah tertipu, namun tidak menyadarinya.

Ibu/Bapak yang dimuliakan Allah,

Ada beberapa tips penting untuk membedakan daging SAPI dan daging BABI, baik ketika masih mentah maupun ketika sudah menjadi masakan.
________

Cara membedakan daging sapi dan daging babi ketika *MASIH MENTAH:*

*1. Dari warna dagingnya*
Daging sapi berwarna merah tua, sedangkan daging babi merah muda.

*2. Dari warna lemaknya*
Lemak sapi berwarna putih, sedangkan lemak babi berwarna kuning krem atau putih tulang.

*3. Dari bentuk lemaknya*
Lemak sapi teksturnya padat dan mudah dipisahkan dari daging. Lemak babi basah, lengket, dan bergabung dengan daging, sehingga relatif sukar dipisahkan dari daging.

*4. Dari serat dagingnya*
Serat daging sapi lebih tebal daripada serat daging babi, sehingga rendang/dendeng sapi lebih alot (lebih keras) daripada rendang/dendeng babi.

*5. Dari aroma dagingnya*
Aroma daging sapi harum khas daging sapi, sedangkan aroma daging babi _wengur_ (eneg) khas daging babi. Aroma daging babi kombinasi antara apek (tengik), amis, dan pesing.

*6. Dari harga dagingnya*
Standar harga daging sapi sapi berkualitas baik dalam kondisi normal Rp 120.000,- sd. 130.000,- sedangkan harga daging babi sangat tergantung kualitasnya. Jika kualitas 'bagus' (lemak tipis) harganya hanya di kisaran Rp 75.000,- sd 90.000,-. Jika kualitas jelek, harganya hanya sekitar Rp 45.000,- sd. 55.000,- saja.
_________

Cara membedakan *MASAKAN* yang menggunakan daging sapi dan daging babi:

*1. Dari tulisannya*
Kalo ada tulisan "Sedia menu babi", berarti menggunakan bahan dari babi. 

*2. Dari aroma kuahnya*
Masakan menggunakan daging sapi aromanya harum dan sedap. Jika menggunakan daging babi, aromanya tidak sedap.

*3. Dari kuah masakannya*
Jika menggunakan daging sapi, kuahnya bening dan encer. Jika menggunakan daging babi, maka kuahnya keruh, kental, dan sangat berminyak.

*4. Dari uap masakannya*
Jika menggunakan daging sapi, uapnya tipis dan naiknya relatif cepat. Kesannya seperti ringan. Jika menggunakan daging babi, uap masakannya sangat banyak, berkumpul di bawah, dan tidak mau naik. Kesannya seperti berat.
__________

Dengan tulisan sederhana ini semoga kita dapat lebih terhindar dari ulah oknum pedagang daging yang tidak bertanggung jawab mencari keuntungan secara tidak bermoral.

Semoga bermanfaat…

_Allaahu a’lam bish-showwab._

 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selasa, 12 Mei 2020

*Nanung Danar Dono, Ph.D.*
Direktur Halal Research Centre
Fakultas Peternakan UGM


Pengepul daging babi itu Paino dan Tuyadi adalah orang Solo yang ngontrak di Banjaran sudah setahun. Jadi daging babi itu dipasok dari Solo. Beredarnya babi sudah setahun. Mudah-mudahan teu nepi ka rck dalam bentuk baso

Harus hati hati kalau beli daging dipasar










 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pendidikan Gratis

MEMBUAT PJJ TAk LAGI BOSAN

COVID