LITERASI COVID-19




Pemerintah hanya dapat menahan lockdown untuk jangka waktu tertentu. Penguncian akan berakhir perlahan. Pemerintah juga tidak akan menunjukkan keketatan seperti itu karena pemerintah pada saat itu telah membuat Anda mengetahui tentang Corona (COVID-19), jarak sosial, sanitasi tangan, anda juga melihat peningkatan jumlah pasien Covid di negara ini.

Sekarang mereka yang masuk akal, akan memahami rutinitas mereka.

Pemerintah tidak akan melindungi Anda 24 jam x 7 hari selama 365 hari.

Masa depan Anda dan keluarga Anda sepenuhnya ada di tangan Anda. Setelah kuncian terbuka, pikirkan baik-baik sebelum pergi. Anda dapat pergi bekerja / kantor dan bertindak sesuai aturan dan batasan. Anda harus sangat waspada terhadap lingkungan Anda.

Apakah Anda pikir, setelah 22 Mei 2020, Corona tiba-tiba akan pergi, dan kita akan mulai hidup seperti sebelumnya?

TIDAK, tidak sama sekali....

Virus ini sekarang telah menetap di negara kita, dan di sini, kita harus belajar untuk hidup dengannya. Setidaknya sampai vaksin ditemukan.

Berapa lama pemerintah akan melakukan lockdown? Berapa lama pintu keluar akan diblokir?

Sekarang kita harus melawan virus ini sendiri, dengan mengubah gaya hidup kita, dengan memperkuat kekebalan kita.

Kita harus mengadopsi gaya hidup yang berusia ratusan tahun. Makan murni. Beli hanya apa yang perlu.
Bebaskan diri Anda dari cengkeraman dokter dan Antibiotik. Anda harus menambah jumlah makanan bergizi dalam makanan Anda. Lupakan makanan cepat saji, pizza, burger, minuman dingin dll. Kita mungkin harus mengganti peralatan kita .... mengadopsi kapal-kapal besar yang terbuat dari kuningan, perunggu, tembaga, bukannya aluminium, baja dll, yang secara alami membantu menghilangkan virus.
Lupakan rasa lidah, gorengan pedas, sampah hotel.

Ini harus diikuti secara ketat setidaknya 7 hingga 8 bulan ke depan. Hanya dengan begitu kita bisa selamat. Mereka yang tidak berubah bisa dalam masalah.

Terima ini dan mulai implementasikan.
 .
Kehidupan adalah keputusan kita semua.

TETAP AMAN.
SELALU DOA.
TETAP DI RUMAH SAJA.
 
Berdamai Dengan Covid-19*

Banyak yang kaget dan sinis ketika Presiden berkata kita harus berdamai dengan Covid-19. 

Padahal di kalimat berikutnya sudah dijelaskan arti dan maksud kalimat tersebut.

Kita tidak bisa terus-menerus mengeluh tentang dampak covid. Suka tidak suka, mau tidak mau covid akan selalu ada di muka bumi. 

Jadi pertanyaannya bukan kapan selesainya. Tapi kapan manusia bisa berubah beradaptasi hidup normal tapi dengan standar anti covid.

Di Inggris hari ini menurut data BBC, 70% masyarakat sudah beralih dari transportasi publik menjadi menggunakan sepeda gowes. 

Berdamai bukan berarti virusnya menang, kita pasrah. Bukan itu! 

Manusia sudah lama hidup dengan virus lain, misalnya TBC, DBD, malaria, tipus, Mers, SARS dll. Nah sekarang ada virus baru namanya Covid-19 yang mana adalah adik dari SARS. 

Kamu, saya, kita, tidak bisa selamanya menutup rumah, mengunci pintu.
Lalu teriak-teriak: "kapan virus reda? saya udah gak bisa makan". 

Yang terjadi nanti akhirnya manusia akan menggunakan senjata alaminya, ADAPTASI. 

Karena kita semua harus kerja, petani, guru, pedagang, insinyur, tukang, ojek, penjahit, hingga dokter harus kerja. Maka dibutuhkan adaptasi dengan Covid-19. 

Karena adaptasi adalah senjata manusia paling ampuh. Apa itu?
Meningkatkan standar kualitas hidup. 

Sering cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, menggunakan pakaian untuk keluar ruangan, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan yang bergizi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, makan-makanan yang matang.

Itu adalah sedikit gaya hidup yang akan menghiasi tahun-tahun kita mendatang, disamping tetap melakukan _sosial distancing_ dan rajin minum vitamin. 

Dan mungkin nanti membawa hand sanitizer dan semprotan desinfectant sudah menjadi standar baku. 

Kita akan lazim melihat orang ngopi, kongkow atau nonton bioskop, tapi sebelum duduk mereka akan menyemprotkan desinfectant ke meja dan kursi. 

Itu adalah cara manusia berdamai dengan keadaan. Yang disiplin akan bertahan, yang tidak disiplin mungkin akan menjalani imunisasi alami. Sakit lalu sembuh dan mendapat imun alami, atau yang dikenal dengan _herd immunity_. 

Sampai kapan kita akan menjalani isolasi mandiri? Amerika bahkan yang katanya negara adidaya, penduduknya sudah tidak kuat. Mereka berdemo pengin kerja lagi, ngopi lagi, kencan lagi. 

Virus Covid-19 akan selalu ada layaknya cacar, semua orang pasti pernah kena, dan setelah kena dia kebal, ya ada sih orang yang kena dua kali. Dulu cacar itu penyakit yang memakan jutaan nyawa. 

Sama seperti Covid, cacar mudah menular, lewat sentuhan kulit, nanah yang tertinggal di benda, keringat dan cairan manusia lain. 

Tapi sekarang cacar menjadi sebuah hal yang lumrah. Begitu pula dengan Covid-19, dia tidak akan bisa dibasmi sampai habis, manusialah yang berubah menjadi lebih baik. 

Tidak heran nanti kita akan menemukan jalanan di Indonesia dipenuhi banyak sepeda buat pergi kerja (bike to work). Atau, paling-paling makin banyak motor saja
Semangat! 


*INFO*
*Brig. Jen. Dr. Mardjo Subiandono Eks. Kepala Team kedokteran Istana Kepresidenan*

*Sedikit lega setelah baca ini, makasih doktor Indro 😊*

*LITERASI COVID 19*
*_Budayakan Baca sampai selesai, Berpikir Positif & Jangan Stress_*

*Penjelasan Ilmiah terkait COVID 19 oleh dr. Moh. Indro Cahyono (ahli virus)*

*1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup*. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalau misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau luda) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalao baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Kalao sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.
 
*2. Virus ini tidak bisa hidup di udara*. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus. Mau virus flu, TB, paru, dll. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam. 

*3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air asin, cuka, atau cairan asam* Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll). 

*4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total* bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor. 

*5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah* Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah. 

*6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik maka antibodinya akan lambat berproduksi* Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah. 

*7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks*. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja. 

*8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara*. 

*9. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali*. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi. 

Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini semua orang jadi sadar sehat 

*Tumbuhkan rasa optimisme*  dan pengetahuan tentang virus. Jangan buat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan..

*Semoga bermanfaat*.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pendidikan Gratis

MEMBUAT PJJ TAk LAGI BOSAN

COVID