Pendidikan nasional ditengah covid-19

Pendidikan nasional ditengah covid-19






Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2020 ini diperingati di tengah pandemi Covid-19. Untuk menghambat laju penularan penyakit itu, sekolah  menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Momen ini sekaligus mendorong pendidikan Indonesia untuk lebih cepat memasuki era baru yang mengandalkan teknologi internet.

Meski banyak keterbatasan, sekolah-sekolah berusaha menjalankannya. Kini para guru dan siswa semakin mengenal dan menggunakan teknologi aplikasi untuk belajar jarak jauh. Sebut saja, antara lain,  WhatsApp Group, Zoom Cloud Meeting, Google Classroom, Google Form,  dan email. Para guru dan siswa memanfaatkan berbagai layanan itu sesuai dengan kondisi masing-masing.

 Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari Google, ada Zoom Cloud Meeting, web sekolah, WhatsApp group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan tik dalam Pembelajaran.


Kurikulum 2013 yang selama ini diterapkan juga disesuaikan dengan sistem belajar dalam jaringan. 


Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.


Belajar dengan cerdas, mendidik dengan lebih terdidik. Catatan berikut menjadi dasar untuk mengukur belajar dirumah :
  • Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.
  • Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah
  • Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan baik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.  
https://zonautara.com/2020/03/25/ini-isi-se-mendikbud-nomor-4-tahun-2020/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pendidikan Gratis

MEMBUAT PJJ TAk LAGI BOSAN

COVID