DELAPAN SISTEM DAN JURUS SUKSES BELAJAR DARING
Indonesia telah melakukan berbagai macam cara agar Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun ini membuat dunia goncang. Tatanan kehidupan yang berjalan berubah dengan sangat cepat Sampai saat. Penyebaran ini segera terhenti, salah satunya adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membuat ruang gerak kehidupan menjadi sempit. Bekerja, belajar, dan beribadah dilakukan di rumah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan turut andil berkontribusi untuk menghambat virus ini dengan mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang meminta kepada sekolah dan kampus untuk melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah dengan menggunakan metode daring (dalam jaringan) alias online.
Sebenarnya pembelajaran seperti ini sudah tertuang dalam Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang standar proses, yang salah satu isinya adalah mengubah pola pembelajaran peserta didik diberitahu menjadi peserta didik mencari tahu dan mengubah guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar. Namun perubahan yang cepat ini membuat praktisi pendidikan shock. Guru harus mengubah cara mengajarnya yang masih gagap teknologi, orang tua perlu banyak belajar untuk mendampingi proses pembelajaran anaknya, dan siswa juga perlu berlatih belajar jarak Jauh dengan Delapan Sistem Belajar Daring Rekomendasi KEMDIKBUD
Rasa senang harus menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Perbedaan pembelajaran yang dialami siswa dapat membuka siswa menjadi bad mood dan akan mengakibatkan ketidaknyamanan selama pembelajaran. Rasa senang siswa perlu dibangun sejak awal pembelajaran. Guru bisa berbincang-bincang ringan kepada siswa, bermain tebak-tebakan, kuis, games, bahkan menayangkan cuplikan-cuplikan video yang santai dan memiliki nilai (value).
Kerja sama Pembelajaran daring menuntut kerjasama yang baik antara guru, siswa, dan orang tua. Guru dapat mengomunikasikan lebih awal kepada orang tua tentang materi dan tugas pembelajaran dan tujuan yang diharapkan dari pembelajaran sehingga orang tua sudah mempunyai bekal saat mendampingi anaknya belajar online. Guru juga dapat memberikan beberapa pilihan media pembelajaran online yang dimiliki oleh seluruh orang tua siswa, apakah melalui WhatsApp, Google Classroom, Meeting Conference, dan sebagainya. Kerjasama ini penting sekali untuk meredam konflik yang bisa muncul antara guru dan orang tua.
Kolaboratif Pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran dimana terdapat dua orang atau lebih orang belajar atau berusaha untuk belajar sesuatu secara bersama-sama. Pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran daring ini menjadikan kelekatan orang tua dan anak semakin terjalin dengan baik dan keduanya bisa saling belajar. Orang tua dapat mengenal sikap, gaya, pendekatan, dan kemampuan belajar anaknya. Sedangkan anak akan belajar dari guru yang berbeda. Pembelajaran kolaboratif ini juga dapat mengintegrasikan beberapa materi pelajaran dengan kemasan tematik dan proyek.
Kontekstual Pembelajaran daring dilakukan dengan durasi waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan durasi waktu belajar di sekolah. Oleh karena itu, anak perlu dibangun kebermanfaatan ilmu yang dipelajarinya. Sedangkan guru dituntun dapat mengemas materi pembelajaran dengan keadaan yang sedang dialami siswa atau keadaan yang kemungkinan akan dialami siswa di masa yang akan datang.
Kreatif Pembelajaran daring bersama guru sebaiknya hanya bersifat pemberian informasi secara tentang materi, tugas, dan tujuan pembelajaran yang hanya membutuhkan sedikit waktu. Selebihnya beri kebebasan siswa untuk berkreativitas dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Oleh karena itu pembelajaran berbasis proyek sangat tepat dilakukan dalam pembelajaran daring agar tidak membosankan, yang hanya bertatap dengan layar kaca.
Dengan melakukan jurus Sukses Belajar Daring ini dengan kontinu dan konsisten, mudah-mudahan guru dapat menjadikan pembelajaran daringnya lebih menyenangkan dan tentunya tidak “garing” bagi siswa.

Komentar
Posting Komentar