Menjadi Guru Sekolah Ramah Anak


 


Perkenalkan nama saya Nia Kania Dewi , kebetulan saya tinggal dibandung . pendidikan terakhir S2 di jurusan makro pendidikan , di universitas islam bandung . dan S1 di jurusan Tehnik Informatika ,di sekolah Tinggi Teknologi Informasi Bandung. yang  pada kesempatan kali, mengikuti kuliah online tentang pendidikan karakter SRA (Sekolah Ramah Anak )


Ahamdulilah pada tanggal 18 juli saya  bisa mengikuti kuliah online ibu bekti prastyani yang mana beliau membahas mengenai SRA ( sekolah ramah anak ) yang akan mengumpas tunta konsep sekolah ramah anak  ,pertama, mengubah pola pikir kita. Awalnya dari pengajar memudian bisa menjadi pembimbing, pendidik, sahabat dan orang tua bagi anak.

Hal ini bisa kita pahami dengan cara kita menyadari bahwa secara sadar orang tua saat mengantarkan putra putrinya ke sekolah secara sadar dan kita di satuan pendidikan juga secara sadar menerima anak2.

Dengan demikian bahwa sebenarnya kalo kita menyadari, ada hubungan yg sangat erat antara orang tua dan kita sebagai orang dewasa di sekolah. Kita di satuan penndidikan secara sadar harapannya bisa melanjutkan peran orang tua.

Jika kemudian kita bisa menjadi sahabat, orang tua bagi anak anak , hal hal  yang kita berikan kepada anak pastinya semua terbaik untuk anak anak kita. Tidak mungkin orang tua, sahabat anak, menyakiti anak  anak kita, tidak mungkin orang tua atau sahabat akan tega membuat anak anak  kita bersedih.

Pada konsep yg pertama ini kemudian, bagaimana langkah kita?

Langkah kita adalah melakukan pemetaan pada anak2 yg termasuk pada kelompok rentan.

Siapa saja,,

1. Anak yg tidak mempunyai Akte

2. Anak yg korban brokenhome

3. Anak yg ditinggal bekerja ditempat jauh oleh orang tua

4. Anak yg tidak tinggal dengan ortu

5. Anak yang ditinggal berkerja full-time

6. Anak yg berada pada kelompok marjinal

kita petakan agar kita bisa memberikan perhatian mulai dr awal, bisa memberikn perlindungan dari awal.

Kapan pemetaan dilakukan?

Lakukan disetiap awal tahun ajaran

 

Konsep kedua adalah orang dewasa menjadi contoh tauladan yg baik bagi anak.

Anak anak  adalah peniru ulung. Apa yg dilihat di dengar dan dirasakan semua bisa diserap. Yg akhirnya semua bis mempengaruhi prilaku anak

Ini adalah beberapa contoh prilaku yg sering kita temui pada anak akibat dr prilaku yg diberikan oleh orang dewasa. Sehingga sebaiknya dan seharusnya kita sebagai orang dewasa, jangan pernah menagihkan prilaku yg kita harapkan jika kita belum memberikan tauladan prilaku yg baiik itu

Contoh, disatuan pendidikan anak tidak boleh merokok, namun di satuan pendidikan masih ditemukan pendidik yang merokok

Konsep ketiga, orang dewasa mampu memberikan perlindungan ke pada semua anak di satuan penndidikan

Siapapun orang dewasanya yg mempunyai tupoksi di satuan pendidikan, berarti mampu berfikir memberikan perlindungan ke anak

Penjaga kantin, mampu memberikan perlindungan dari semua makanan minuman yang bisa mengakibatkan terganggunya kesehatan anak

Penjaga sekolah dan petugas kebersihan mampu memberikan perlindungan agar anak tetap aman, tetap selamat dari bahaya apapun yang mengancam di sekolah. Baik hewan liar, pecahan kaca atau paku yang berkarat

Semua guru mampu memberikan perlindungan agar anak tidak merasa direndahkan, dipermalukan, dijaguhkan harga dirinya, mendapat informasi yg tidak layak yg dapag membuat anak tidak aman.

Penggunaan HP yang benar-benar  menjadi perhatian sekolah dalam melindungi anak-anak  kita dari hal hal  yang merugikan

 Konsep  keempat

:Memastikan orang keterlibatan anak dan orang tua pada 6 komponen SRA

1.     Kebijakan tentang SRA

 

Tersampaikannya informasi, pikiran, dan perasaan melalui lisan (Verbal), tulisan, atau bahasa tubuh (Non Verbal), dan anak dapat memahami dengan benar pesan atau gagasan tersebut.

 

2.     Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih KHA

 

Tersampaikannya informasi, pikiran, dan perasaan melalui lisan (Verbal), tulisan, atau bahasa tubuh (Non Verbal), dan anak dapat memahami dengan benar pesan atau gagasan tersebut.

 

3.     Proses belajar yang ramah anak

a       Disiplin SRA (tanpa kekerasan dan merendahkan harkat dan martabat anak)

b       Komunikasi dua arah

c       Bahasa positif dalam berkomunikasi

d       Motivasi belajar

e       Akrab dengan anak

f        Anak sebagai karakter yang unik

g       Pembentukan karakter positif anak, misalnya empati, non diskriminasi, anti radikalisme,

h       Guru BK dan guru kelas menjadi tempat curhat anak

i        Menerima dan menyapa  siswa yang datang

j        Mengumandangkan Lagu Kebangsaan

k       Mengubah sistem point yang awalnya untuk  mengukur kesalahan menjadi mengukur kebaikan

l        Melibatkan anak dalam perlombaan kelas menyenangkan

m     Mengumumkan anak yang mendapat point terbanyak setiap minggu berdasarkan informasi hasil penilaian wali kelas terhadap anak setiap harinya

n       Membuat kelas seru

o       Dll

4.     Sarana prasarana ramah anak

a       Ada papan nama, minimal spanduk SRA

b        Ruangan memiliki pencahayaan yang cukup dan sirkulasi udara yang baik

c        Menumpulkan ujung meja

d       Rambu-rambu pada tempat yang membahayakan

e       Menghindarkan tanaman yang berduri atau beracun dari jalur anak berjalan

f        Toilet terpisah dan berjarak antara  laki laki dan perempuan dalam kondisi bersih, air mengalir, penerangan  cukup, bak rutin dibersihkan dan diberi ABATE serta anak  dibiasakan menyiram

g       Pintu terbuka keluar jika pintu ke dalam maka pada waktu proses belajar pintu sedikit terbuka.

h       Jika sekolah mempunyai uks,pastikan uks berfungsi dengan baik

i        Tempat cuci tanggan sesui kemampuan sekolah

j        Rambu rambu tempat berbahayakan untuk mengurangi resiko bencana

k       Spanduk spanduk untuk mengingatkan kebersihan kawasan tampa asap rokok kawasan tampak napza.

l        Penataaan lingkunagan dengan melibatkan warga sekolah dan orang tua

m     Jika ada kantin pastikan makannya tidak mengandung zat berbahaya.

n        Penataan ynag menyenangkan dengan melibatkan anak

5.     Partisifan si anak

·       Mengkomunikasikan program sekolah dengan melibatkan anak

·       Anak dilibatkan sejak mengisi check list potensi perencanaan sampai pelaksanaan dan monitoring

·       Anak sebagai pegawai SRA dan “peer educator

6.     Partisipan orang tua LM,DU Stakehoder lainnya dan alumni

a       Mensosialisaikan SRA kepada sekolah danmengajak orangtua mendukung SRA

b       Membuat grup komunikasi dengan murid di setiap kelas

c       Melibatkan orangtua dan penataan lingkungan

d       Melibatkan orang tua dalam pembenahan sarana missal memupuk ujung meja,menghias sekolah.

e       Orang tua sebagai narasumber disekolah

f        Melibatkan orang tua melibatkan sarapan sehat

g       Melibatkan alumni dalam proses SRA

h       Berjejaring dengan LM,DU untuk mendukung sarana dan kegiatan yang mendukung SRA

Ini adalah 6 komponen SRA yang  perlu kita bahas lebih adalah komponen yang ke tiga Proses belajar   ramah anak. Tidak boleh adanya hukuman dan sangsi satuan penyelenggara SRA, bahasa Hukuman dan sangsi diubah menjadi Komitmen dan konsekwensi

 

adalah perbedaan antara disiplin yg masih sering kita lakukan dan di siplin potitif atau disiplin SRA


 

 

Rumusnya adalah Disiplin harus, tegas harus, marah boleh, dan korban ditolong

Marah boleh?

iya marah boleh. Tetapi marahnya yg tidak merendahkan martabat anak, tidak menjatuhkan harga diri anak, marahnya pada prilaku anak. Dan marahnya melibatkan empati atau perasaan

Kenapa demikian?

Karena setiap prilaku yg kita berikan ke anak yang mengakibatkan anak rendah diri, takut, jera, merasa di tekan, dibandingkan dan direndahkan maka yang terjadi pada tubuh adalah adanya hormon cortisol dan adrenalin yg berfungsi sebagai hormon racun. Hormon mematikan sel2 memori otak. Sehingga anak mudah melakukan prilaku yang tidak baik

Namun sebaliknya jika memberikan penghargaan, rasa kasih sayang, kelekatan, sahabat kepada anak. Yang terjadi pada tubuh adalah hormon serotonin, Dopamin yang fungsinya memperbesar otak korteks, bagian berfikir bijaksana. Bisa memahami mana yang baik dan man yang tidak baik

Kemudian korban ditolong, siapa yang dimaksud korban?

Yang dimaksud adalah anak anak yang membutuhkan kasih sayang, membutuhkan ruang, membutuhkan tempat bersandar, membutuhkan tempat bercerita. Atau bisa dikatakan anak-anak  pada kelompok rentan

Guru tetap harus hadir sebagai sosok pendidik pembimbing dan sahabat bagi anak. Biarpun anak tidak tatap muka dengan guru.

Guru hadir pada hati anak. Ini yang sangat dibutuhkan anak-anak  kita. Dan ini butuh kerjasama dengan orang tua

Nah bapak ibu...bagaimana prinsipnya dalam disiplin postitif?

 

ini adalah prinsip disiplin positif

1.      Bagaimana bentuk disiplin SRA?

2.      Apakah harus terus bermuka ramah

3.      Tidak boleh marah

4.      Anak anak dibiarkan saja apa maunya


Bagaimana tahapan di SRA?     

  1.  Bagaimana bentuk disiplin SRA?
  2. Apakah harus terus bermuka ramah
  3.   Tidak boleh marah
  4. Anak anak dibiarkan saja apa maunya



Dimulai dari MAU

Bisa dimulai dari kemauan satuan pendidikan untuk mewujudkan sekolah ramah anak

Dengan cara memahami kebijakan SRA dengan mendapat materi kebijakan SRA kemudian membuat SK TIM, pasang papan SRA dan berkomitmen dengan semua warga sekolah dan dinas terkait. Baru menyampaikan ke dinas P3A untuk dimintakan SK ke dinas pendidikan atau kemenag

Kemudian seperti di materi yg sudah terkirim, pemda melakukan tahap pemampuan, dengan evaluasi, bimtek, moniforing, pelatihan

Di satuan pendidikan melaksanakan pemampuan melalui pemenuhan 6 kompone

 

 

Syarat SRA apa??

 

Demikian paparan sekilas SRA. Materi secara keseluruhan sebagai bahan bacaan akan kita kirimkan

 

SEKOLAH RAMAH ANAK

Sekolah ramah anak ( SRA) adalah satuan pendidikan formal, non formal, dan informal yang mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan khusu bagi anak termasuk  mekanisme penganduan untuk penanganan kasus di satuan pendidikan.

Ada 4 konsep SRA, sebagaimana berikut:

1.      Mengubah paradigma dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak.

2.      Orang dewasa memberikan keteladanan dalam keseharian.

3.      Memastikan orang dewasa di sekolah terlibat penuh dalam melindungi anak.

4.      Memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam memenuhi 6 komponen SRA.

Prinsip SRA merupakan turunan dari hak dasar anak, terdiri dari:

1.      Kepentingan terbaik bagi anak

2.      Non diskriminasi

3.      Partisipasi Anak

4.      Hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan

5.      Pengelolaan yang baik

kondisi yang diharapkan dalam SEKOLAH RAMAH ANAK Kondisi yang diharapkan dalam SRA terdiri dari BARISAN yaitu: Bersih, Asri, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Aman danNyaman

Komponen SEKOLAH RAMAH ANAK dalam rangka menciptakan sekolah yang ramah bagi anak, ada

6  komponen yang harus dipenuhi yaitu:

1.      Kebijakan SRAKebijakan Sekolah Ramah Anak merupakan suatu komitmendaerah dan sekolah dalam mewujudkan SRA. Ditunjukkan dalam bentuk deklarasi, SK tim SRA, SK Pemerintah Daerah dan kebijakan sekolah lainnya yang berperspektif anak.

 

2.      Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak Anak dan SRA

Minimal ada 2 orang pendidik/tenaga kependidikan yang terlatih KHA dan SRA.

 

3.      Proses Belajar yang Ramah Anak Menciptakan proses belajar dan mengajar yang menyenangkan.Proses pendisiplinan yang dilakukan tanpa merendahkan martabat anak dan tanpa kekerasan.

4.      Sarana dan Prasarana Ramah Anak Memastikan menjaga agar sarana prasarana di sekolah nyaman, aman dan tidak membahayakan anak. Seperti pemasangan rambu-rambu di tempat berbahaya, penumpulan ujung meja, toilet bersih dengan air mengalir, pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik dan lain-lain.

5.      Partisipasi Anak Anak dilibatkan dalam kegiatan perencanaan program serta tata tertib, pelaksanaan dan evaluasi SRA. Anak dijadikan sebagai pengawal SRA dan peer educator. Hak ini dilakukan agar anak merasa diakui dan dapat berperan aktif dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

6.      Partisipasi Orang Tua, Organisasi Kemasyarakatan, DuniaUsaha, Stakeholder lainnya dan Alumni.Melibatkan orangtua, organisasi kemasyarakatan, dunia usia, stakeholder lain dan alumni dalam mendukung sekolah ramah anak, baik berperan memberikan bantuan dalam bentuk sarana maupun kegiatan untuk mewujudkan SRA

Terima kasih ibu @Bekti Prastyani  telah berbagi pengalamannya, semoga ilmu yang didapat menegenai SRA Sekolah Ramah Anak menjadi insfirasi dan motifasi kepada orang tua dan pendidik yang selalu menyayangi anak anak mereka .

Buku sumber

@ Buku pedoman ramah anak @Bekti Prastyani

https://bit.ly/BahanMateriSRA


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Pendidikan Gratis

MEMBUAT PJJ TAk LAGI BOSAN

COVID